• AGO_9865 .JPG
  • AGO_9889 .JPG
  • AGO_9897 .JPG
  • AGO_9914 .JPG
  • AGO_9916 .JPG
  • b .jpg
  • Baroli .JPG
  • eno 1 .jpg
  • Grape Pinot Nero Romanee .jpg
  • Monte Charlemagne 1 .jpg
  • MON_3170 .JPG
  • MON_3189 .JPG
  • Pinot Noir Grapes - Charles Ranch Vineyards, Boonville .JPG
  • Vigna Romanee Conti .jpg
  • _DSC2992 .JPG
  • _DSC3005 .JPG
  • _DSC3044 .JPG
  • _DSC3053 .JPG
  • _DSC3071 .JPG
  • _DSC3075 .JPG
5 Tips Tenang buat Traveler Pra Naik Kapal Laut

5 Tips Tenang buat Traveler Pra Naik Kapal Laut

Tragedi kecelakaan transportasi perairan menyepit dua skuadron kapal belakangan ini. Dua pekan lalu, https://jadwalkapalpelnino1.blogspot.com/ , Sumatera Utara. Lantas belum lama terjadi juga kecelakaan yang menimpa KM Lestari Tumbuh di sungai Selayar.

 

Kerugian kapal laut tersebut tidak pelak menimbulkan kecemasan kalau sebagian traveler yang hendak menumpang kulit. Namun tak perlu riuh berlebihan. Sebab, ada beberapa hal yang dapat diperhatikan untuk menyisihkan diri mulai kecelakaan akibat human error.

 

Pengamat transportasi maritim daripada Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya, Raja Oloan Saut Gurning, saat dihubungi Tempo dalam Rabu, 4 Juli, menunjukkan setidaknya para pelancong sah memperhatikan lima tip berikut ini.

 

1. Tanggap terhadap kondisi kapalPelancong disarankan melihat-lihat lebih dulu kondisi bahtera sebelum lari. "Pertama, kalau kondisinya maksimum dengan produk, penumpang, dan kendaraan, oleh sebab itu tanyakan kepada petugas apakah kapal terlalu aman, " tutur Saut. Bila kulit terasa miring saat tetap menepi dalam dermaga, sepantasnya penumpang memisah-misahkan tidak memanjat kapal ini. "Pastikan miring bukan sebab gelombang, tetapi karena bawaan, " katanya.

 

2. Menghalalkan ketersediaan pelampungBila penetapan kapal diperkirakan aman & stabil, traveler sebaiknya mengidentifikasi letak baju pelampung. "Tanyakan kepada awak kapal teritori baju pelampung, " ujar Saut. Ada baiknya traveler lebih dulu menghalalkan apakah jumlahnya itu setara dengan banyak penumpang atau tidak. Banyak pelampung harus sesuai secara standar Musyawarah Internasional untuk Keselamatan Penumpang di Laut atau SOLAS.

 

Warga sehat evakuasi tangkapan yang terlindung saat KM Lestari Maju tenggelam dalam perairan Selayar, Sulawesi Selatan, Selasa, 3 Juli 2018. Kapal meningkat dari Pesanggrahan Bira, Bulukumba, menuju Kabupaten Kepulauan Selayar.

 

3. Memastikan ketersediaan sampanSelain pelampung, ketersediaan kano perlu diperkirakan keberadaannya. Kano idealnya dipasang di 2 sisi lambung. Sekoci kudu mampu menampung 100 premi penumpang. Kapal yang tumplak standar juga harus memiliki life-raft ataupun kapal kecil untuk jasmani kapal secara kapasitas 25-30 persen atas jumlah penumpang.

 

4. Mengasese adanya informasi keselamatanDari sisi Saut, kapal atau armada yang indah umumnya menyampaikan informasi keamanan dan saluran jalur hijrah bila berlangsung kecelakaan. "Penumpang harus terlalu tahu lokasi emergency atau wilayah kumpul untuk mengambil life-boat / kapal sekoci sambil menggunakan baju pelampung, " ucapnya.

 

5. Kontrol perusahaan pencedok kapalPelancong lebih cantik mengecek perusahaan pemilik kapal melalui Computer sebelum bertolak. "Mungkin berikut sedikit selit-belit, tapi tak kalah krusial, " tuturnya. Biasanya, omongan dia, perusahaan pelayaran ataupun pemilik kulit yang cantik cenderung transparan memberikan informasi terkait secara berbagai hal yang dapat diakses publik menyerempet kapal ityu. Hindari kongsi yang tertutup memberikan informasi, misalnya menyembunyikan kondisi bahtera, yang barangkali dalam kondisi tidak rapi berlayar.